
Yogyakarta — Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama Daerah Istimewa Yogyakarta (LPNU DIY) telah sukses menyelenggarakan kegiatan kajian ekonomi bertajuk NUNomics Talks Series 1 pada Senin, 20 April 2026, yang dilaksanakan secara daring melalui platform Zoom. Kegiatan ini mengangkat tema “Membedah Rahasia Keberhasilan ZIFWAF di Turki: Sinergi Negara, Lembaga, dan Masyarakat” yang disampaikan oleh Izra Berakon,M.SC. Dari Department of Islamic Economics and Finance, Institute of Social Science, Sakarya University.
Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen LPNU DIY dalam memperkuat literasi dan praktik ekonomi keumatan berbasis Zakat dengan mengkaji praktik terbaik (best practices) dari Turki yang dinilai berhasil dalam mengelola dan mengembangkan wakaf secara produktif dan berkelanjutan.
Dalam diskusi yang berlangsung interaktif, dipaparkan secara fokus mengenai wakaf di Turki karena merupakan best-practice di dunia yang didukung dengan warisan wakaf kerajaan ottoman. keberhasilan pengelolaan wakaf di Turki tidak terlepas dari kuatnya sinergi antara negara, lembaga pengelola wakaf, serta partisipasi aktif masyarakat. Model ini memungkinkan aset wakaf tidak hanya terjaga, tetapi juga berkembang menjadi instrumen ekonomi yang memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan publik.
Peserta yang terdiri dari akademisi, praktisi,mahasiswa, serta pegiat ekonomi syariah mendapatkan wawasan mendalam mengenai:
– Anatomi ekosistem keuangan sosial & tata kelola institusional di Turki
– Best-practice atau core competence Turki adalah 3S (Struktur, Sistem, dan Sirkulasi Ekonomi) untuk Tata Kelola Wakaf (Hulu-Hilr)
– Peran strategis pemerintah dan kelembagaan dalam optimalisasi wakaf
– Peluang dan tantangan implementasi model wakaf produktif di Indonesia
Antusiasme peserta terlihat dari tingginya partisipasi dalam sesi diskusi dan tanya jawab, yang menunjukkan besarnya perhatian terhadap pengembangan ekonomi umat berbasis wakaf.
Melalui kegiatan ini, LPNU DIY berharap dapat mendorong lahirnya gagasan dan langkah konkret dalam memperkuat ekosistem wakaf di Indonesia, khususnya di lingkungan Nahdlatul Ulama, guna mewujudkan kemandirian ekonomi umat yang berkelanjutan.
Yogyakarta, 20 April 2026
LPNU DIY
